[ @RF_Nara94 ]

Pendar lampu remang-remang memberi kesan santai pada penampilan kedua pemuda ini. Bang Nara dan Lee Hoon, duduk santai di atas sebuah kursi. Kedua lelaki itu hanya diterangi cahaya kebiruan yang membias raga.

Berbeda dengan penampilan title track lagu mereka yang lebih menonjolkan tarian, lagu yang ia dan Nara nyanyikan kali ini lebih memberi kesan santai.

Lee Hoon merasakan degup jantungnya berpacu dengan cepat. Kedua kuasa terasa dingin akibat rasa gugup yang tak terkendali. Namun, sang teruna berusaha agar tak terlalu nampak canggung. Hoon mengulas senyum tipis ke arah audiens yang disambut dengan sorak-sorak para fans.

Saat Bang Nara telah menyelesaikan bagian intro, dan kamera perlahan mulai menyorot sosok Lee Hoon; adam itu bergegas menaruh mic di depan bilah bibir dan melantunkan nyanyian tanpa memberi penekanan pada intonasi suara.

"Gallajil deushae ... ani gallajin deushae, imi gallajin deushae."

Nyanyian bernada santai sukses lolos keluar dari labium pemuda bermarga 'Lee' itu. Perlahan lampu di atas kepala kedua adam itu kembali menyorot Lee Hoon yang tengah fokus melantunkan lagu.

Fanchants terdengar riuh ikut menyanyikan bagian intro yang juga merupakan chorus dari lagu ini.

"Neowa na imi seoroga chorahaejin deushae."

Ekspresi yang diberikan oleh Lee Hoon masih nampak datar. Namun, dahinya mengerut samar dengan alis yang sedikit kedua menaut. Ia menatap audiens dengan sorot dalam.

Kuasa serta kapala bergerak bebas mencoba mengikuti ketukan dinamis dari lagu. Begitulah ia jika telah sukses menikmati melodi dari lagu yang tengah didendangkan.

Ekor mata sang Teruna melirik ke arah Nara yang tengah sibuk melambai ke arah audiens. Ia menyenggol pelan lengan kawannya itu yang dibarengi dengan sebuah anggukan kecil.

[ @RF_Nara94 ]

----

[ @RF_Nara94 ]

Sesaat setelah Nara menyelesaikan rapping dan menurunkan posisi microphone; Lee Hoon lalu merangkul sang kawan yang berhasil membuat sorak-sorai audiens semakin kencang terdengar.

Ia menarik napas sekali tarik dan segera menaruh mic di depan labium.

"Urin dongdeunghaji anhasseo aechobuteo. Malhaneun geot jom bwabwa aecheorowo."

Lirik ia lafalkan tanpa kendala sedikit pun. Posisi tubuh kedua lelaki itu sedikit condong ke depan, Nara yang masih ia rangkul ikut mengangguk seiring dengan dentuman musik yang terdengar unik.

Sebuah seringai terlukiskan yang disertai dengan lantunan rap berintonasi santai dari bilah bibir sang Adam.

"Gallajin deushae ani gallaseosseum hae, aeganjang tajima imi meoreojyeosseunikka."

Lee Hoon melepas rangkulannya. Ia segera mengedarkan pandang ke depan tepat saat kamera mulai kembali menyorot. Pada penggalan lirik 'deushae' dan 'gallaseosseum hae' intonasinya dibuat seunik mungkin dengan penekanan kuat apa akhir bait yang berpadu pas dengan suara khas sosok Lee Hoon.

Tangan kiri yang tak memegang mic ikut bergerak perlahan mencoba mengikuti alunan melodi.

"Insa ttawin geonnejima deo boril eopseunikka, geonjohaejin mam mannabwassja bulman nal tenikka."

Kedua pemuda itu bermandikan cahaya lampu yang tepat menyorot dari atas dan bawah. Lampu lightstick juga turut bersinar indah dari area penonton.

Kepala sang teruna sedikit diangkat. Iris gelap terfokus menatap lurus ke depan. Air muka sengaja ia buat agar terlihat lebih  'sassy' dari yang sebelumnya. Penekanan intonasi dititik beratkan pada bagian rima lagu.

"Yeojeonhi yeppeun cheok neon jjajeungnage, amureohji anheun geonji anim cheogin geonji."

Pada bagian 'neon jjajeungnage', Hoon menunjuk lensa kamera dengan jemari telunjuknya. Dahi sang Adam mengerut samar, kemudian ia membuang muka ke samping agar kesan swag berhasil di dapat.

Saat sang Pemuda telah sampai pada klimaks rap, penonton yang berada di dalam venue bertepuk tangan riuh. Otot wajah Lee Hoon tanpa sadar menarik sisi kiri sudut labiumnya, ia menoleh ke arah Nara sekilas sebelum menyandarkan punggungnya pada bangku sofa yang mereka duduki.

[ @RF_Nara94 ]

-----
[ @RF_Nara94 ]

Lee Hoon perlahan bangkit dari bangku yang tadi ia duduki. Stage debut yang tak terlalu besar membuat sang Adam bisa mengimbanginya dengan mudah. Pendar lampu masih menerangi stage remang-remang dengan warna kebiruan serta putih yang bercampur menjadi satu.

Bang Nara bangkit terlebih dahulu, dan disusul oleh Lee Hoon yang mulai menggerakan tungkai kembar berkeliling panggung.

"Aeseokhagedo naneun neol johahaji anha,"

Dengan intonasi sassy seperti arti dari bait lagu yang ia lantunkan, Lee Hoon menunjuk ke arah lensa kamera dengan alis yang naik sebelah.

Kilatan ekspresi sebal menghias iris sang teruna, saat kamera mengalihkan lensanya ke arah Lee Hoon yang berdiri di samping kiri panggung.

"Najunge huhoehaji malgo jebal uljina ma."

Menyambung lirik sebelumnya, Lee Hoon membentuk gesture 'okay' dengan kuasa kiri tepat pada bagian 'uljina ma'. Senyum simpul kembali terpahat dibarengi dengan kepala yang ia hentakan pelan ke samping.
 
[ @RF_Nara94 ]

----

[ @RF_Nara94 ]

Kuasa ia angkat ke atas guna melambai ke arah audiens. Bilah bibir sang Adam ikut asyik melafalkan lirik tanpa menimbulkan suara.

Cahaya lampu kini semakin menerang menghujami tubuh kedua idol rookie tersebut. Melodi manis yang mengiring terdengar pas dengan jenis suara sang teruna yang tak terlalu bass namun bukan juga high-pitched.

"Gallajil deushae, ani gallajin deushae, imi gallajin deushae."

Posisi mic sedikit ia turunkan ke arah dagu. Genggaman dikendurkan agar menghilangkan kesan bad boy pada dirinya untuk sesaat.

Kedua tungkai sang Pemuda mulai bergerak ke tengah panggung. Ia beberapa kali tersenyum di sela-sela kegiatannya menyanyi.

"Neowa na imi seoroga chorahaejin deushae."

Suara halus yang keluar dari bibir sang Adam terdengar sangat nyaman di telinga. Walau bukan rap, tetapi ia masih bisa menikmati setiap ketukan yang berdengung di kepalanya.

Lee Hoon melakukan kontak mata dengan salah seorang penonton bersurai pendek sebahu. Adam ini lantas tersenyum dan melambai ke arah sang Gadis yang langsung ditanggapi dengan teriakan gembira gadis berambut sebahu itu.

[ @RF_Nara94 ]

------

[ @RF_Nara94 ]

Tungkai kembar adam bermarga 'Lee' itu bergerak menyusuri panggung. Ia kembali berada di samping rekannya itu dan melakukan high five sekilas saat Nara tengah melantunkan bagian chorus pertama dengan suara yang merdu.

Fanchants lagi-lagi terdengar memenuhi venue saat alunan melodi unik mengantar mereka kembali harus melantunkan lirik reff.

"Oh, oh neomu meolli wasseo nan."

Lee Hoon bukanlah penyanyi sebaik Bang Nara. Karena merasa gugup, ia melirik sang Kawan dan tersenyum simpul sebelum kedua netra kembali berfokus pada seluruh audiens yang hadir saat itu.

Tangannya yang senggang turut bermain kali ini. Digerakkan mengikuti flow rap yang kembali menjadi santai tanpa ada penekanan pada intonasi.

"Oh, oh malla mallaga, malla mallaga."

Adam ini bersenandung dengan suara halus; berbeda sekali dari saat ia melantunkan rap dengan intonasi sassy khas Lee Hoon.

Pemuda bertubuh tak terlalu tinggi itu kembali merangkul sang Rekan yang ikut tersenyum dan bernyanyi riang tanpa menghasilkan suara.

Kembali pada bagian rap verse kedua. Lee Hoon kini telah melepaskan rangkulan singkatnya. Pemuda Lee itu sedikit memberi jarak antara ia dan Nara yang langsung saling berpisah.

Ia memulai rapping langsung dengan intonasi kuat dan penekanan kata di beberapa bagian lirik. Aura santai, kini perlahan kembali berubah menjadi swag dan juga sassy.

"Ibyeoreul yaegihaneun nae pyojeong neon aesseo kulhan cheok badadeurigo isseo."

Lirik rap mengalun lancar menyambung melodi sebelumnya. Flow yang bisa dibilang cukup lambat tak menghambat Lee Hoon untuk memancarkan gesture percaya diri yang ia miliki.

Diambil napas pendek sebelum menyambut kembali baris rap selanjutnya.

"Neoga eopsneun gongbaek naege mwosdo anya ohiryeo nega kulhan cheok hago isseuni mariya,"

Tepat di bagian 'gongbaek' serta 'cheok' intonasi unik sengaja diberikan. Ekor mata sang Teruna melirik Nara yang berada di sisi panggung satunya lagi.

Conffeti mulai muncul dan berjatuhan ke bawah, membuat panggung terlihat semakin meriah.

"Cheoeum jeophaneun gibunira eosaekhaedo nan gwaenchanha but geogin eottae gamjeongi memallasseo."

Telapak kiri diposisikan di depan dada saat kalimat 'nan gwaenchanha' lolos keluar dari labium sang Adam. Baris berikut, Lee Hoon mengedikan bahu dan mengangkat alis kiri dengan gaya dibuat sok.

"Ije geumanhalge hoksi naega miryeonhae but heeojyeoya hae."

Otot wajah sang Pemuda tanpa sadar ikut menaikan sisi sebelah kiri bibir. Selaras dengan berakhirnya bagian rap, Lee Hoon membalik tubuh guna berjalan kembali ke arah sofa guna mengambil properti yang telah disiapkan sebelumnya.

[ @RF_Nara94 ]

------

[ @RF_Nara94 ]

Ia kembali berjalan ke tengah panggung. Di tangannya sudah ada beberapa tangkai bunga cantik yang rencana akan diberikan kepada para audiens.

Sedikit kerepotan dengan bunga di tangan, tak membuat Lee Hoon menghentikan ia dalam menyambung nyanyian milik Nara.

"Aeseokhagedo naneun neol johahaji anha,"

Suara yang terdengar agak berat keluar dari bibir pemuda ini. Melantunkan rap dengan intonasi unik pada akhir bait.

Ia mulai memberi satu buah tangkai kepada seorang audiens di dalam venue yang langsung disambut dengan senyum hangat sang penonton.

"Najunge huhoehaji malgo jebal uljina ma."

Lee Hoon melihat Nara yang juga tengah sibuk memberikan bunga serta melakukan love sign. Adam kelahiran 1994 itu pun berjalan ke sisi barat panggung dan membagikan beberapa tangkai kepada penonton di sekitar dengan senyum yang menggembang cerah.

[ @RF_Nara94 ]

-----

[ @RF_Nara94 ]

Tak terasa bait ini adalah bagian terkhirnya. Dan penampilan ini akan segera berakhir pula seiring dengan melodi lagu yang terus berulang di sepanjang lagu.

Lee Hoon memejamkan kedua mata sejenak saat conffeti perlahan turun mengenai tubuhnya.

"Memallajigo biteureojigo i kkeuteopsneun galjeung."

Adam ini mengulum senyum dan menyanyikan lirik dengan nada santai. Semakin lama, ia semakin menikmati panggung, musik, dan perasaan gugup yang sedari tadi menggerogoti hati sang lelaki.

"Nunmul han bangul da ssodanaego uh oh oh gallajil deushae,"

Ia berjongkok ke pinggir panggung dan segera melemparkan bunga yang tersisa ke arah venue; bunga-bunga tersebut langsung disambut dengan suara sorak-sorai.

Lee Hoon bangkit dan secara kebetulan berpapasan lagi dengan Nara yang juga bergerak ke belakang; kembali ke sofa yang sedari tadi tak perindah tempat.

"Ani gallajin deushae, imi gallajin deushae, neowa na imi seoroga chorahaejin deushae."

Suara sang Adam sedikit bergetar akibat berjalan cepat ke arah bangku. Kemudian, ia duduk dengan santai dengan menyandarkan punggung sambil terus melantunkan nyanyian secara santai.

"Oh, oh neomu meolli wasseo nan."

Nara yang sudah duduk di samping, kemudian tersenyum. Lee Hoon menegakkan kembali punggung dan menatap penonton serta sinar lightstick yang berpendar indah untuk terakhir kali.

Hoon melipat posisi kaki dan duduk dengan santai. Ia segera menyandarkan kepala ke bahu sang rekan, Bang Nara, dan memasang ekspresi cemberut.

"Oh, oh ... malla mallaga, malla mallaga."

Mic ia taruh di depan labium untuk yang terakhir kali. Part Lee Hoon dalam lagu sudah selesai tuntas. Ia bangga, gugup, sekaligus senang. Mimpinya untuk debut, kini sudah berhasil diwujudkan.

Hoon menurunkan posisi mic dan melambaikan tangan untuk yang terakhir sebelum penampilan mereka usai. Tersisa Bang Nara yang harus menyelesaikan bait terakhir dalam lagu berjudul '가믐' tersebut.

[ @RF_Nara94 ]

Enjoy the site? All donations are appreciated

Free Text Host is brought to you by Dagon Design
This site contains no adware, spyware, or popups
Questions? Comments?     Privacy Policy     Report abuse here